Dulu Raja Hajatan, Kini Sepi Job: Ada Apa dengan Fenomena Orgen Tunggal?
Dulu Raja Hajatan, Kini Sepi Job: Ada Apa dengan Fenomena Orgen Tunggal? Masih ingat aroma terpal biru, kursi plastik sewaan, dan suara bass yang menggetarkan dada sampai ke ujung kampung? Dulu, Orgen Tunggal (OT) adalah simbol kemeriahan mutlak. Tidak ada pesta nikahan atau sunatan yang sah tanpa kehadiran sang biduan dan pemain keyboard yang jari-jarinya menari lincah. Tapi akhir-akhir ini, curhatan para musisi panggung mulai membanjiri media sosial. Job sepi, tanggapan (panggilan manggung) berkurang drastis, dan alat-alat musik mulai berdebu. Kenapa "Raja Jalanan" ini mulai kehilangan tahtanya? Apakah era dangdut koplo pinggiran sudah habis? Mari kita bedah penyebabnya. 1. Dompet Menipis, Hajatan "Low Budget" Jadi Pilihan Faktor ekonomi tidak bisa bohong. Pasca-pandemi, prioritas masyarakat berubah total. Makanan > Hiburan: Tuan rumah kini lebih mementingkan katering enak daripada hiburan mahal. Konsep Syukuran: Banyak yang beralih dari pesta besar-besa...